Free Website

Memaparkan catatan dengan label Iklim. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Iklim. Papar semua catatan

Jumaat, 2 April 2010

Maaf

Berakhirku di pintu besi
Lamanya ku terkurung sepi
Membuang lamunan kehayunkan kaki
Masih adakah pintu maaf di hati
Untuk diriku ini

Sesampainya di depan rumahku
Ku hanya berdiri terpaku
Ingin bertemu... bersama dirimu
Tetapi rasa hati malu
Ku mengecewakanmu

Aku sedari ku insafi
Tak ingin lagi ku ulangi
Hidup di buih
Yang terasa menyiksa diri

Berikanlah aku pintu maafmu
Atas segala kesalahanku
Berikanlah aku kunci hatimu
Hulurkanlah jabat tanganku

Jangan samakan aku
seperti dahulu
Kini aku telah berubah
Dalam hidupku

Juwita

(...Tiada baris kata yang dapat kulafazkan
Untuk kugambarkan erti pengorbanan mu
Tiada syair indah, termampu kuciptakan
Yang setanding indahnya, belai kasihmu... Juwita...)

Akulah sebenarnya yang hanyut dan terlupa
Di dalam mengejar impian kukorbankan bahgia
Biarpun terluka hidup penuh gelora
Ketabahanmu meredakan badai

( 1 )
Di sebalik senyummu
Tersembunyi seribu lara
Kau layarkan jua
Bahtera cinta tiada sangsi
Tulus dan suci oh oh

( 2 )
Terima kasih padamu adinda
Kerna sudi memaafkan dosa silam
Dan sesungguhnya engkaulah permata
Menerangi hatiku yang kegelapan

Izinkan diriku... berjanji padamu
Akan kubela menghulur bahgia
Hingga ke akhirnya
Oh oh... kasihmu juwita...

( ulang 1, 2 )

Terima kasih pada mu adinda
Kerna sudi memaafkan diri ini
Juwita....

Bukan Ku Tak Sudi

Ku anggapkan semalam
Satu kenangan yang suram
Bila cinta kita putus di jalan

Ku harapkan impian
Menjadi Kenyataan
Namun aku kecewa...

Mudahnya waktu melafazkan janji
Engkau dan aku berdua serupa
Rupanya mentah di dalam mainan... percintaan
Telah pun ku bentangkan segalanya
Mencari entah dimana silapnya...
Jelas asmara kecundang jua...

( korus )
Bukan ku tak sudi kasih...
Untuk bersama mu bercinta lagi...
Kerna antara kita
Tidak sehaluan lagi...

Maafkan diriku sayang...
Menolak cinta mu kali ini...
Walau pun ku tahu...
Bersungguh benar hasrat hatimu...

Airmata Kasih

Ku layarkan bahtera ini
Kerna di dada terpatri cinta yang suci
Siapa sudi bertanya
Luka di hati adakah menitis lagi

( 1 )
Mengalir dalam jiwa
Tidak kelihatan di pandangan mata ooo...
Menerjang ruang rongga kosong tiba-tiba
Madu kasih tidak kesampaian oh...

( korus )
Airmata...
Tidak kan bisa merubah perjanjian
Andai kasih...
Harus berpisah kecundang di tengah jalan
Apakah...
Kita terpaksa berkorban demi cinta
Sampai masa...
Yang menentukan tangisan akan reda semula

( ulang 1, korus & korus )

Airmata tidak kan bisa
Merubah perjanjian
Sampai masa yang menentukan
Bahgia 'kan menjelma semula

Aduhai Seribu Kali Sayang

Berdosakah diri ku
Terpaksa melepaskan
Cintamu yg serapuh
Dahan nak kering usang

Yang akhir nya kan patah
Terhempas gemeretap
Oh sungguh memilukan
Tak dapat ku bayangkan

Setelah merelakan
Setelah kau bisikkan
Segugus janji janji
Tergamak kau mungkiri

Apakah sebenar yang terjadi
Hingga kau bersikap demikian
Sedangkan kau sesungguhnya percaya
Kasih ku tak berbelah bagi

Aduhai tak sanggup ku kenangkan
Semua telah nyata
Cintamu gurauan

Datang dan hilang
Semau hati mu
Itulah falsafah
Oh pegangan cinta mu

Namun harus kau ingat
Hati yang manakah
Selama nya kan sabar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails