Free Website

Memaparkan catatan dengan label 70an. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label 70an. Papar semua catatan

Jumaat, 2 April 2010

Tenung-Tenung Renung-Renung

( P: )
Hendak ke baruh menjemur padi
Tetapi hampa padi sebendang
Hendah bertaruh ya tuan segunung budi
Rupalah juga ya tuan dicarilah orang

( L: )
Memang berliku jalan ke paya
Burung serindit di hujung dahan
Memang begitu di dunia resam di dunia
Rupa yang cantik hai orang dicarilah orang

( 1 )
( L&P: )
Belacu kainlah belacu
Nasib cuma dijeling saja
Sutera kainlah sutera
Rebutan menjadi rebutan

( 2 )
( L&P: )
Merindu nasiblah merindu
Bertepuk hai sebelah saja
Bercinta nasiblah bercinta
Tidak kesampaian

( P: )
Ingin kusuluh bulan nan tinggi
Sayangnya bulan disaput awan
Hingga bercumbu ya tuan hingga ke mati
Sayangnya diri bukanlah pilihan

( L: )
Kalau selisih di hujung titi
Jangan di kayu retak seribu
Kalau dah kasih di hati lucut di hati
Janganlah lagi merayu duduk merayu

( ulang 1 & 2 )

( P: )
Salah ditunjuk padi seberang
Sangka berbuah tidak berbuah
( L: )
Salah dirajuklah sayang orang tak sayang
Merana jiwa tak sudah merana tak sudah

( P: )
Hamba merindu bunga di taman
Sayang mekarnya tidak ke senja
( L: )
Kalau begitu hai tuan suratan Tuhan
Mungkin dah jodoh hai tiba belumlah tiba

( ulang 1 & 2 ) 



Dendang Pusaka

( M. Daud Kilau: )
Berpantun marilah berpantun
Berpantun kias seloka
Mengalun marilah mengalun
Mengalun lagulah lama
Hai canggungnya langkah
Adat bermula orang menari
Kalau sumbang lagu
Adat bermula orang menyanyi

( Duet: )
Melangkah ke kiri dan ke kanan
Ikutlah tari ikutlah gendang
Berdendang mari berdendang
Dendang pusaka
Melangkah ke kiri dan ke kanan
Ikutlah tari ikutlah gendang
Berdendang mari berdendang
Dendang pusaka

( Syura: )
Berdendang hambalah berdendang
Berdendang irama lama
Berlenggang hambalah berlenggang
Berlenggang tari yang lama
Hai mudanya hamba
Setampuk pinang darah yang ada
Kalau salah sumbang minta ditunjuk
Mana yang kurang

( Duet: )
Melangkah ke kiri dan ke kanan
Ikutlah tari ikutlah gendang
Berdendang mari berdendang
Dendang pusaka
Melangkah ke kiri dan ke kanan
Ikutlah tari ikutlah gendang
Berdendang mari berdendang
Dendang pusaka

( M. Daud Kilau: )
Janganlah merasa janganlah
Hai diri rendahlah diri
Berkenan kalaulah berkenan
Bersama kita menyanyi
Suburlah budaya jangan terlambat
Tempat jatuhnya
Yang tua dan muda menjulang tinggi
Budaya bangsa

( Duet: )
Melangkah ke kiri dan ke kanan
Ikutlah tari ikutlah gendang
Berdendang mari berdendang
Dendang pusaka
Melangkah ke kiri dan ke kanan
Ikutlah tari ikutlah gendang
Berdendang mari berdendang
Dendang pusaka

( Syura: )
Begitu kalaulah begitu
Di hati senang di hati
Berlagu dapatlah berlagu
Denganlah tuan bistari
Hai baru dan lama
Menjulang tinggi budaya bangsa
Wariskanlah hamba senyum sejati
Tinggi nilainya

( Duet: )
Melangkah ke kiri dan ke kanan
Ikutlah tari ikutlah gendang
Berdendang mari berdendang
Dendang pusaka
Melangkah ke kiri dan ke kanan
Ikutlah tari ikutlah gendang
Berdendang kita berdendang
Dendang pusaka


 

Anakku Yang Pertama

Kini aku gembira
Yang ku tunggu dah tiba
Anakku lahir sudah
Hai anakku yang pertama

Sungguh cantik rupanya
Lirik wajah ibunya
Betapa bahagia
Hai dengan kehadirannya

Kan kujadikan raja
Di dalam rumahtangga
Kucurahkan semua
Hanya untuk mu saja

Buah hati wahai permata
Besarlah kau segera
Anakku yang pertama
Riang tiada terkira
Bila ku memandangnya
Hai anakku yang pertama

Maaf

Berakhirku di pintu besi
Lamanya ku terkurung sepi
Membuang lamunan kehayunkan kaki
Masih adakah pintu maaf di hati
Untuk diriku ini

Sesampainya di depan rumahku
Ku hanya berdiri terpaku
Ingin bertemu... bersama dirimu
Tetapi rasa hati malu
Ku mengecewakanmu

Aku sedari ku insafi
Tak ingin lagi ku ulangi
Hidup di buih
Yang terasa menyiksa diri

Berikanlah aku pintu maafmu
Atas segala kesalahanku
Berikanlah aku kunci hatimu
Hulurkanlah jabat tanganku

Jangan samakan aku
seperti dahulu
Kini aku telah berubah
Dalam hidupku

Juwita

(...Tiada baris kata yang dapat kulafazkan
Untuk kugambarkan erti pengorbanan mu
Tiada syair indah, termampu kuciptakan
Yang setanding indahnya, belai kasihmu... Juwita...)

Akulah sebenarnya yang hanyut dan terlupa
Di dalam mengejar impian kukorbankan bahgia
Biarpun terluka hidup penuh gelora
Ketabahanmu meredakan badai

( 1 )
Di sebalik senyummu
Tersembunyi seribu lara
Kau layarkan jua
Bahtera cinta tiada sangsi
Tulus dan suci oh oh

( 2 )
Terima kasih padamu adinda
Kerna sudi memaafkan dosa silam
Dan sesungguhnya engkaulah permata
Menerangi hatiku yang kegelapan

Izinkan diriku... berjanji padamu
Akan kubela menghulur bahgia
Hingga ke akhirnya
Oh oh... kasihmu juwita...

( ulang 1, 2 )

Terima kasih pada mu adinda
Kerna sudi memaafkan diri ini
Juwita....

Bukan Ku Tak Sudi

Ku anggapkan semalam
Satu kenangan yang suram
Bila cinta kita putus di jalan

Ku harapkan impian
Menjadi Kenyataan
Namun aku kecewa...

Mudahnya waktu melafazkan janji
Engkau dan aku berdua serupa
Rupanya mentah di dalam mainan... percintaan
Telah pun ku bentangkan segalanya
Mencari entah dimana silapnya...
Jelas asmara kecundang jua...

( korus )
Bukan ku tak sudi kasih...
Untuk bersama mu bercinta lagi...
Kerna antara kita
Tidak sehaluan lagi...

Maafkan diriku sayang...
Menolak cinta mu kali ini...
Walau pun ku tahu...
Bersungguh benar hasrat hatimu...

Airmata Kasih

Ku layarkan bahtera ini
Kerna di dada terpatri cinta yang suci
Siapa sudi bertanya
Luka di hati adakah menitis lagi

( 1 )
Mengalir dalam jiwa
Tidak kelihatan di pandangan mata ooo...
Menerjang ruang rongga kosong tiba-tiba
Madu kasih tidak kesampaian oh...

( korus )
Airmata...
Tidak kan bisa merubah perjanjian
Andai kasih...
Harus berpisah kecundang di tengah jalan
Apakah...
Kita terpaksa berkorban demi cinta
Sampai masa...
Yang menentukan tangisan akan reda semula

( ulang 1, korus & korus )

Airmata tidak kan bisa
Merubah perjanjian
Sampai masa yang menentukan
Bahgia 'kan menjelma semula

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails